Rabu, 05 September 2018

NAMA KELOMPOK
·         Sandy putra r (11)
·         Sofyan arfianus (20)

Proposal Usaha tahu pedas

BAB I

PENDAHULUAN                              

Latar Belakang
Di jaman persaingan perdagangan saat ini, para wirausahawan berlomba-lomba untuk menciptakan suatu produk yang diharapkan akan disukai dan diminati oleh konsumen. Dari berbagai macam produk yang ada, produk makanan/kuliner merupakan salah satu produk yang paling diminati konsumen. Dengan pangsa pasar kalangan baik pelajar dan mahasiswa, maka saya memiliki ide pendirian usaha kuliner yaitu Tahu Pedas .
Sesuai dengan gaya hidup anak muda yang senang dalam mencoba hal baru, inovasi tahu pedas ini bisa menjadi pertimbangan. Dengan dilengakapi dengan rasa yang pedas, cocok untuk kepribadian anak muda yang bersemangat dan pastinya akan disukai oleh mereka. Berdasarkan Latar belakang diatas, maka saya membuat prposal pendirian usaha “TAHU PEDAS SADIS”.

Tujuan Proposal
Tujuan dari pembuatan proposal pendirian usaha ini adalah:
Sebagai syarat untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah kewirausahaan
Sebagai inisiatif wirusaha sebagai pemilik usaha dlm membuka usaha
Untuk melatih mahasiswa agar dapat berwirausaha dengan baik.
Untuk menambah pengalaman dan pengetahuan tentang berwirausaha
Manfaat Proposal
Manfaat dari pembuatan proposal pendirian usaha ini adalah :
Dapat membantu wirausaha untuk mengembang kan usaha dan menguji strategi dan hasil yang di harap kan dari sudut pandang pihak lain (investor)
Membantu wirausaha untuk berfikir kritis dan obyektif atas bidang usaha yang akan dijalankan
Membantu meningkat kan keberhasilan para wirausaha.
BAB II
KEGIATAN USAHA
 2.1       Aspek Produksi
Bahan – Bahan :
Tahu isi kuning
Cabai rawit merah
Wotel
Kol
Tauge
Minyak goreng
Garam
Tepung Terigu
Air
 Cara Membuat :
Uleg cabai rawit merah hingga setengah halus
Potong panjang wortel
Cincang kasar kol
Oseng wortel, kol, tauge dan cabai hingga layu, bumbui secukupnya
Belah tahu isi kuning, masukan osengan sayur tersebut kedalam tahu isi
Larutkan tepung terigu dalam air dan beri garam secukupnya
Celupkan tahu yang telah diisi kedalam tepung yang sudah larut dan balurkan hingga semua permukaan tahu tertutup
Goreng tahu dalam minyak panas hingga kecoklatan dan angkat
2 Aspek Pemasaran
Proses pemasaran usaha tahu pedas sadis ini dapat di jual dengan cara :
Membuka tempat usaha di rumah
Dijual di pinggir jalan raya yang lokasinya dekat dengan sekolah SMP maupun SMA.
BAB III
PERENCANAAN KEUANGAN
3.1       Modal Usaha
Modal awal untuk mendirikan usaha tahu pedas sadis ini adalah Rp 2.000.000,00

3.2       Biaya Tetap

No          Nama Barang     Banyak Quantity             Harga Satuan     Jumlah
1              Plastik   10           Kantong              10×10.000            Rp 100.000,00
2              Gerobak              1              Unit       1×1.000.000        Rp 1.000.000,00
3              Wajan+Spatula 1              Paket    1×10.0000            Rp 100.000,00
4              Tabung Gas        3              Unit       3×20.000              Rp 60.000,00
5              Pencapit Makanan          1              Unit       1×5.000                Rp 5.000


Total      Rp 1.265.000,00

3.3       Biaya Variabel
No          Nama Bahan      Banyak Quantity              Harga Satuan     Jumlah
1              Tahu Isi Kuning  300         Buah      300×1.000            Rp 300.000
2              Cabai Rawit Merah          1              Kg           1×40.000              Rp 40.000
3              Wortel  500         Gram     0.5×20.000          Rp 10.000
4              Kol          500         Gram     0.5×20.000          Rp 10.000
5              Tauge    500         Gram     0.5×20.000          Rp 10.000
6              Minyak Goreng 2              Liter       2×20.000              Rp 40.000
7              Garam  2              Plastik   3×1.000                Rp 3.000
8              Tepung Terigu   15           Kg           15×10.000            Rp 150.000
                                                               

 Total      Rp 563.000,00



Analisis Perencanaan Laba/Rugi

Keterangan        Debit     Kredit
Modal Usaha     Rp 2.000.000
Penjualan (300xrp 2.500)              Rp 750.000   
Hpp (Biaya Tetap)                           Rp 1.265.000
        (Biaya Variabel)                       Rp 563.000
Laba Total            Rp 922.000       

BAB IV
PENUTUP

4.1       Kesimpulan
            Berdasarkan perhitungan yang telah saya lakukan untuk mendirikan Usaha Tahu Pedas Sadis dengan modal awal Rp 2.000.000, dengan estimasi jumlah biaya tetap Rp 1.265.000 dan jumlah biaya variabel sebesar Rp 563.000, maka pada hari pertama saya membuka usaha ini jika saya berhasil menjual 300 buah Tahu Pedas Sadis seharga Rp 2.500/buah, maka dapat diperkirakan saya akan mendapatkan total laba yaitu sebesar Rp 992.000.


Pengertian Kemasan Beserta Fungsi, Manfaat, Tujuan Dan Jenis-Jenisnya Terlengkap

         Pengemasan adalah sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap ditransportasikan, didisbrusikan, disimpan dijual dan digunakan. Atau dengan kata lain pengemasan adalah proses memberi kemasan (wadah atau pembungkus) pada barang/produk. Kemasan adalah desain kreatif yang menghubungkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk bisa dipasarkan.

Pengertian Kemasan Menurut Para Ahli
Klimchuk dan Krasovec (2006:33)

Menurut Klimchuk dan Krasovec, Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar.

Kotler Dan Keller (2009:27)

Menurut Kotler Dan Keller, Pengemasan adalah kegiatan dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk.

Kotler dan Amstrong (2012)

Menurut Kotler dan Amstrong, Kemasan adalah suatu bentuk kegiatan yang melibatkan desain serta produks, sehingga kemasan ini dapat berfungsi agar produk di dalamnya dapat terlindungi.

Titik Wijayanti (2012)

Menurut Titik Wijayanti, Kemasan adalah upaya yang dilakukan oleh prusahaan untuk memberikan informasi kepada setiap konsumennya tentang produk yang ada di dalamnya.

Cahyorini dan Rusfian (2011)
Menurut Cahyorini dan Rusfian, Kemasan adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang terdiri dari desain grafis, informasi produk, serta struktur desain.

Rodriguez (2008)
Menurut Rodriguez, Kemasan atau pengemasan aktif adalah kemasan yang merubah kondidi dari bahan pangan dengan penambahan senyawa aktif sehingga mampu memperpanjang umur simpan dari bahan pangan yang dikemas dan juga meningkatkan keamanan serta tetap mempertahankan kualitas.

Kamus Besar Bahasa Indonesia
Menurut KBBI, Kemasan adalah bungkus pelindung dalam suatu barang dagangan yang dihasilkan dari kegiatan mengemas.

Fungsi Kemasan
Adapun fungsi dan manfaat pemberian kemasan atau pengemasan pada suatu produk yaitu:
  • Sebagai sarana untuk mewadahi produk agar tidak tercecer selama proses distribusi dari produsen hingga konsumen.
  • Untuk melindungi dan mengawetkan produk dan melindungi produk dari sinar ultraviolet,panas,kelembaban udara,oksigen,benturan,kontaninasi dari kotoran dan mikroba yang dapat murusak dan menurunkan mutu produk.
  • Sebagai identitas atau label dari produk yang digunakan untuk membedakan produk yang dimiliki dengan produk lain.
  • Untuk memudahkan perhitungan dalam pengiriman dan penyimpanan.
  • Untuk memperluas pemakaian dan pemasaran produk.
  • Untuk menambah citra produk dan daya tarik pembeli.
  • Sebagai sarana informasi dan iklan.
  • Untuk memberi kenyamanan pada konsumen.
Menurut Simamora (2007), pengemasan memiliki dua fungsi, yakni:

1. Fungsi Protektif
Fungsi ini berkaitan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi dan saluran distribusi yang semua berdampak pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, konsumen tidak perlu menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.

2. Fungsi Promosional
Untuk kemudahan melakukan promosi, dalam pengemasan perusahaan mempertimbangkan preferensi konsumen menyangkut warna, ukuran dan penampilan produk.

Menurut Kotler (1999:228), sebagai alat pemasaran kemasan memiliki fungsi diantaranya:

Self service. Kemasan harus menarik, menyebutkan ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan menyeluruh yang mendukung produk.
Consumer offluence. Dengan kemasan yang baik, konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan, ketergantungan dan prestise.
Company and brand image. Kemasan dirancang dengan cermat, perusahaan mengenalkan kekuatan produknya agar konsumen lebih cepat mengenali perusahaan atau merek produk.
Inovational opportunity. Cara pemberian kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan memberi keuntungan bagi produsen.

Tujuan Kemasan
Menurut Louw dan Kimber (2007), tujuan pengemasan dan pelabelan kemasan yakni:
  • Physical Production artinya kemasan bertujuan untuk melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya.
  • Barrier Protection artinya kemasan bertujuan untuk melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu dan lain sebagainya.
  • Containment or Agglomeration. Benda kecil biasanya dikelompokkan dalam satu paket guna efisiensi transportasi dan penanganan.
  • Information Transmission. Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
  • Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian.
  • Convenience. Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali.
  • Marketing. Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.
Jenis-Jenis Kemasan
Berdasarkan Struktur Isi
Berdasarkan struktur isinya, kemasan dibedakan menjadi:
  • Kemasan Primer, bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, dan lain sebagainya)
  • Kemasan Sekunder, kemasan yang berfungsi melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buahyang dibungkus dan lain sebagainya.
  • Kemasan Tersier dan Kuarter, kemasan yang dibutuhkan untuk menyimpan barang atau produk selama pengiriman.
Berdasarkan Frekuensi Pemakaian
Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, jenis kemasan dibedakan menjadi:
  • Kemasan sekali pakai (Disposable), jenis kemasan ini adalah kemasan yang langsung dibuang setelah sekali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus daun dan lain sebagainya.
  • Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, namun dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang. Contohnya botol minuman dan lain sebagainya.
  • Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Jenis kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah digunakan. Contohnya kaleng biskuit dan lain sebagainya.
Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai
Berdasarkan ktingkai kesiapan pakai, kemasan dibedakan menjadi:
  • Kemasan siap pakai, jenis ini yaitu jenis bahan kemas yang siap diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah botol, kaleng dan lain sebagainya.
  • Kemasan siap dirakit, jenis kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.
kelompok:
sandy putra(11)
    sofyan arfianus(20)
    Hak Cipta Mengenai Kemasan

    Menurut UU Hak Cipta Pasal 1 Ayat (1), yang dimaksud dengan hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk menggunakan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan ijin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mumet ya? Gampangnya bisa anda lihat pada penjelasan berikut ini. Jenis perlindungan hak cipta ini adalah untuk karya berupa karangan asli ang tetap dalam suatu media ekspresi seperti gambar, grafis, karya seni ukir, rekaman atau karya arsitektur. Tapi yang harus anda ketahui, perlindungan hak cipta tidak dapat digunakan pada ide, prosedur, proses ataupun konsep. Tapi kalau bahan situs web umumnya mempunyai hak cipta.
    Jadi mulai sekarang jika anda mempunyai ide bisnis yang berkaitan dengan produk yang benar-benar unik dan menjual, segera lindungi produk anda tersebut. Entah dengan hak paten, merek dagang atau dengan perlindungan hak cipta.
    Apapun jenis bisnis anda, lindungilah kekayaan intelektual anda. Tinggal anda sesuaikan saja, mana yang harus anda urus HAKI-nya. Walaupun anda merasa produk anda belum sempurna. Jangan tunggu produk anda sempurna. Tidak ada produk yang benar-benar sempurna.
    Yang penting produk anda tidak berada di luar harapan pasar. Daripada anda menyesal di kemudian hari, lebih baik mulai dari sekarang sisihkan anggaran buat mengurus hak atas kekayaan intelektual tersebut. Anda tidak ingin mengalami nasib seperti pengusaha besar yang saya sebutkan di atas tadi kan?